Senin, 28 September 2015

Payung Hukum Minimun Essential Forces Mendesak Diterbitkan


(photo: danendra)
(photo: danendra)
Jakarta – Anggota Komisi I DPR, Sukamta mendesak pemerintah menerbitkan payung hukum Rencana Strategis ‘Minimun Essential Forces’ (MEF) tahap II yang dilaksanakan tahun 2015-2019. “Belum bisa diterapkan (sebelum ada payung hukum). Kalau mau belanja, belum ada rujukannya,” kata Sukamta di Jakarta, Sabtu (26/9).
Menurut dia, selama ini Komisi I sudah mendesak pemerintah untuk segera membuat payung hukum, misalnya dengan membuat Keputusan Presiden. Payung hukum dirasa penting, meskipun untuk sementara masih bisa menggunakan Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
“Komisi I sudah mendesak pemerintah untuk membuat payung hukum MEF tahap II, meskipun sementara masih bisa menggunakan RPJMN,” ujarnya.
Sukamta menilai MEF tahap II penting segera ditandatangani karena menjadi rujukan ketika lingkungan strategis yang sedang berubah. Menurut dia, MEF tahun II bisa memastikan bahwa Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang dibeli tepat sesuai kebutuhan. “Diharapkan kita bisa pastikan alutsista yang dibeli sesuai kebutuhan,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq meminta agar payung hukum Rencana Strategis Minimum Essential Forces tahap dua disiapkan. “Bisa dalam bentuk Kepmen (Keputusan Menteri) namun lebih bagus jika Keppres (Keputusan Presiden),” ujarnya.
Hal itu agar MEF Tahap II memiliki legalitas politik dan menjadi kebijakan resmi pemerintah.
Aktual.com

SU-27/30 dan F-16 Ngumpul di Jakarta Militer


tni-au
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Tamsil Gustari Malik bersama Komandan Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Yostariza dan Kadisops Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Pnb Dedy Ilham S. Salam memimpin langsung keberangkatan pesawat tempur Sukhoi SU-27/30 Skadron Udara 11 menuju ke Lanud Halim Perdana Kusuma, Minggu (27/9) untuk bergabung dalam rangka peringatan HUT ke-70 TNI, 5 Oktober mendatang yang terpusat di Banten.
Keberangkatan 6 pesawat tempur Sukhoi SU 27/30 tersebut terbagi dalam dua flight yang dipimpin langsung Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Tamsil Gustari Malik yang melaksanakan ferry flight dengan route hnd-hlm. Keenam pesawat tersebut tergabung dengan sejumlah pesawat TNI AU lainnya baik tempur, angkut maupun helikopter akan melaksanakan fly pass pada puncak acara peringatan HUT TNI tahun 2015.
“Pesawat tempur Sukhoi dan pesawat Boeing 737 yang berhome base di Makassar turut menghitamkan langit Banten dengan pesawat TNI AU lainnya, pada puncak peringatan HUT TNI di Banten”, tegas Komandan Lanud Sultan Hasanuddin.
Pada peringatan HUT ke-70 TNI yang akan digelar pada tanggal 5 Oktober mendatang, TNI akan menampilkan berbagai demonstrasi baik dari TNI AU, TNI AL maupun TNI AD dengan melibatkan sejumlah alutsista yang dimiliki.
Siap Patroli
Jet Tempur F-16 ke Jakarta
Sementara dari Lanud Iswahjudi, Malang, Jawa Timur, sebanyak 19 pesawat tempur  berangkat menuju Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Minggu (27/9/15), untuk melakukan persiapan latihan fly pass dalam rangka peringatan HUT ke-70 TNI, di dermaga Cilegon Banten.
Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Fachri Adamy, back sit terbang dengan menggunakan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon ke Jakarta, bersama Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb M. Anjar Legowo, selaku flight leader, sedangkan flight leader dari Skadron Udara 15, Komandan Skadron Udara 15 Letkol Pnb Marda Sarjono.
Ke-19 pesawat tempur yang diberangkatkan menuju Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, terdiri dari 13 pesawat T-50i Golden Eagle, dan 6 pesawat tempur F-16 Fighting Falcon. Direncanakan ke-19 pesawat tempur tersebut akan melaksanakan latihan terbang formasi, yang akan tampil memeriahkan HUT ke-70 TNI, di dermaga Cilegon, Banten.
Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Fachri Adamy, pada briefing pagi sebelum berangkat menuju Jakarta, mengatakan bahwa tugas yang akan kita laksanakan harus dilaksanakan secara profesional dan bertanggung jawab, sehingga tugas yang kita emban dapat berjalan sesuai dengan rencana, aman dan lancar.
Tni-au.mil.id

DPR Dukung Pembelian Kapal Selam Kilo

Kapal Selam Kilo
Kapal Selam Kilo
Jakarta – Rencana Pemerintah Indonesia membeli kapal selam Kilo Class dari Rusia mendapatkan dukungan DPR. Anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan mendukung semangat TNI membeli kapal tersebut.
“Ini terlihat dari usulan anggaran tambahan TNI sebesar Rp 35 triliun tempo hari, di mana usulan anggaran tambahan untuk TNI AL adalah sekitar Rp 14,5 triliun, ini nominal terbesar dibanding TNI AD dan TNI AU,” kata Sukamta melalui keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Senin (28/9/2015).
Dia menilai usulan tersebut wajar karena Indonesia adalah negara maritim. Sekitar 70% wilayah Indonesia adalah laut. “Keamanan di laut harus juga diprioritaskan,” tutur Sukamta. Dia menginginkan kekuatan pertahanan laut Indonesia mumpuni agar disegani oleh negara lain.
Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai saat ini kapal selam Kilo Class buatan Rusia paling canggih. “Ini pasti impian TNI AL untuk memilikinya. Sama seperti pesawat Sukhoi Su-35 yang jadi mimpinya TNI AU,” katanya.
Dia mengatakan, memiliki alat utama sistem persenjataan (alutsista) canggih bisa menggetarkan negara-negara tetangga.
“Kita bisa disegani di lautan. Terlebih lagi kita sebentar lagi menghadapi MEA (masyarakat Ekonomi ASEAN). Belum lagi Konflik Tiongkok Selatan juga seperti bom waktu. Pertahanan dan keamanan di laut menjadi mendesak untuk dipenuhi,” katanya.
Sindonews.com

Rudal Ini Yang Membuat Amerika “Ngeri”


pl-15_j-31
Beyond Visual Range Air to Air Missiles (BVRAAM) adalah rudal jarak jauh yang digunakan pesawat tempur modern untuk menghancurkan jet tempur musuh, pembom, pesawat tanker, drone dan pesawat lainnya dari jarak lebih dari 30 km. Pada tanggal 15 September 2015, China berhasil menguji tembak rudal BVRAAM terbaru, PL-15 yang diluncurkan dari pesawat tempur dan berhasil menghancurkan target sebuah pesawat tak berawak.
PL-15 memiliki panjang sekitar empat meter dan diameter 200 mm hampir sama dengan ukuran rudal versi lama PL-12.
PL-15 menggunakan peningkatan propulsi, seperti motor roket canggih dan ramjet mesin untuk mencapai jangkauan yang lebih jauh. Dikembangkan oleh 607 Institut dan dirancang sebagai pengganti rudal PL-12 yang memiliki jangkauan sekitar 100 km.
Dibandingkan dengan PL-12, PL-15 dilengkapi Improved Active Radar Seeker dan Jam-Resistant Datalinks juga motor roket pulse ganda untuk memperluas jangkauannya.
Sebenarnya radar J-11B tidak memiliki jangkauan sejauh rudal PL-15, namun J-11B menerima informasi lokasi pesawat tempur musuh dari pesawat peringatan dini (AEWC) KJ-2000.
Saat rudal PL-15 ditembakkan, radar canggih PL-15 yang akan memandu rudal dengan koreksi dari pesawat AEWC KJ-2000, semua dilakukan tanpa pesawat J-11B menghidupkan radarnya (membuat pesawat tempur aman tanpa terdeteksi).
Bahkan saat masih dalam tahap prototipe, PL-15 sudah menjadi bintang internasional. Berbicara pada konferensi Asosiasi Angkatan Udara 2015 di minggu yang sama saat tes peluncuaran rudal PL-15, Komandan Angkatan Udara AS Jenderal Hawk Carlisle menjadikan rudal PL-15 sebagai alasan agar Kongres mendanai pengembangan rudal baru untuk menggantikan rudal AMRAAM Amerika.
Yang menjadi sorotan utama adalah daya jangkau dan manuver rudal PL-15. Dengan menggabungkan mesin Ramjet, jangkauan PL-15 bisa mencapai 150 – 200 km. Jangkauan yang mengalahkan semua rudal BVRAAM yang dimiliki Amerika, membuat PL-15 bukan hanya ancaman bagi pesawat tempur seperti F-35, tetapi juga untuk pesawat pembom dan pesawat tanker yang sangat penting untuk operasi udara Amerika di Pasifik yang luas. Jendral Carlisle menyebut kemampuan “super” rudal PL-15 akan menjadi perhatian dengan prioritas tinggi untuk Angkatan Udara Amerika Serikat.

Minggu, 27 September 2015

Makin Kuat! TNI AL Segera Datangkan Helikopter Canggih Antikapal Selam, Ini Kehebatannya

anglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memang berjanji akan memperkuat matra laut (TNI-AL) dan udara (TNI-AU). 

Hal itu akan dibuktikan dengan mendatangkan sebelas helikopter antikapal selam (AKS) jenis Panther. Helikopter buatan Prancis itu akan lengkap menambah kekuatan TNI-AL pada 2017.
 
”Pada 2016 sudah mulai tiba, hingga lengkap sebelas di tahun 2017,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI-AL (Kadispenal) Laksma Muhammad Zainudin saat dihubungi kemarin (19/9). 
Menurut Zainudin, pembelian helikopter Panther merupakan salah satu rangkaian membangkitkan kembali Skuadron 100, pasukan helikopter AKS TNI-AL yang disegani di era 1960-an. Helikopter canggih akan melengkapi kedatangan armada tiga kapal selam kelas Chang Bogo. 
Saat ini tiga kapal selam itu tengah diproduksi di Korea Selatan dan dijadwalkan selesai pada 2017. TNI-AL juga berencana memesan kapal selam kelas kilo buatan Rusia dalam waktu dekat. 

Sumber : JPNN

TNI Segera Luncurkan Roket di Laut

Anggota TNI loading Roket R-han 122mm ke Multiple Launch Rocket System (MLRS)
Anggota TNI loading Roket R-han 122mm ke Multiple Launch Rocket System (MLRS)
Jakarta – Puncak perayaan HUT TNI ke-70 rencananya digelar pada Senin, 5 Oktober 2015 di Cilegon, Banten. Acara ini nantinya menampilkan pertunjukan demonstrasi beberapa keahlian dari TNI sendiri.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengajak seluruh masyarakat untuk dapat hadir dalam acara puncak TNI karena dalam pertunjukannya nanti, TNI akan meluncurkan roket di laut. “Karena Cilegon dekat dengan Jakarta dan kami bisa menembak roket di laut, di sana aman,” ujar Jenderal Gatot ditemui di kawasan silang Monas, Jakarta, Minggu (27/9/2015).
Panglima TNI mengatakan, puncak acara HUT TNI ke-70 yang akan nantinya akan lebih meriah dari tahun lalu dengan sinergi antara TNI AU dan TNI AL.
“Saya yakin akan lebih hebat tahun ini karena kami akan menggunakan peluru tajam,” ujarnya.
Selanjutnya, mantan KSAD itu berharap dengan mengikutsertakan lebih banyak masyarakat akan memupuk kebersamaan masyarakat dengan TNI sesuai dengan tema ulang tahun TNI.
“Ini adalah rangkaian HUT TNI ke-70 sekaligus memupuk masyarakat untuk bisa bergembira sekaligus menunjukkan kebersamaan antara TNI dan rakyat, sesuai apa yang menjadi tema kami, TNI bersama rakyat, kita kuat dan profesional,” tutupnya.
Okezone.com

Kehandalan Mesin Tank Leopard 2A4


tank 2a4
Seperti apa sebenarnya kehandalan MBT Leopard 2A4 ?. Tentara Norwegia memang belum mengujinya langsung dalam medan pertempuran. Tapi untuk menjajal kemampuan mesin dari Leopard 2A4, tentara Norwegia dari Telemark Batallion mencobanya dengan barikade dua mobil sipil dan hasilnya seperti di ata